Minggu, 09 September 2018

Struktur SMK Negeri 2 Tanjungbalai 2018 Terbaru!!

Struktur SMK Negeri 2 Tanjungbalai 2018 Terbaru!!
klik gambar untuk memperjelas Struktur SMK Negeri 2 Tanjungbalai 2018 Terbaru!!

Selasa, 05 Juni 2018

Sanlat 2018 SMK Negeri 2 Tanjungbalai

SMKN2 Tanjungbalai - Dokumentasi kegiatan Pesantren Kilat 2018 di SMK Negeri 2 Tanjungbalai yang diselenggarakan mulai tanggal 4, 5 dan 6 Juni 2018 tepatnya dimulai Senin, Selasa dan Rabu. Pemateri selain di Bimbing oleh Guru Agama Islam Ibu Erlina S.Pd.I dan Ibu Nur'ainun Harahap, S.Sos.I. Selain itu, pada hari kedua di undang dari BHABINKAMTIBMAS kelurahan Sei Raja Bapak Aiptu M. Ruslan.
 






Rabu, 23 Mei 2018

4 Siswa SMK Negeri 2 Tanjungbalai Lolos ke PTN tanpa Testing

Setidaknya ada 4 siswa yang berhasil memasuki Perguruan Tinggi Negeri tanpa testing melalui SNMPTN. Ini adalah sebuah pencapaian yang baik kedepannya. Sebagai sekolah menengah kejuruan yang berorentasi kepada dunia kerja ternyata alumni SMK Negeri 2 Tanjungbalai juga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan masuk di perkuliahan seperti halnya SMA.
4 Siswa SMK Negeri 2 Tanjungbalai Lolos ke PTN tanpa Testing
Wafiq Azhari yang pegang Tembak
4 Siswa SMK Negeri 2 Tanjungbalai Lolos ke PTN tanpa Testing
Foto RM Firdaus Amri paling depan

Tahun 2017/2018 ini sebanyak 4 orang alumni yang sukses tanpa testing terdaftar sebagai calon mahasiswa di beberapa perguruan tinggi Indonesia.

 Siswa tersebut adalah :
  1. RM Fidaus jurusan Teknik Audio Video berhasil masuk ke teknik Elektro Universitas Negeri Medan (UNIMED) 
  2. Ahmad Sayuti jurusan Pemesinan berhasil masuk ke Jurusan teknik Pemesinan Universitas Negeri Medan (UNIMED)
  3. Wafi Azhari jurusan Teknik Pemesinan berhasil masuk ke Jurusan Teknik Pesmesinan Universitas Negeri Malikussaleh Aceh 
  4. Yogi Muliansyah jurusan Teknik Kendaraan Ringan berhasil masuk ke Jurusan Teknik Pesminan Universitas Negeri Malikussaleh Aceh 
Dari 144 siswa yang mengikuti Ujian Nasional pada tahun ajaran 2017/2018 dan lulus dengan bagus sebesar 100%.

Kamis, 10 Mei 2018

Peringatan Isra' Mi'raj di SMK N2 Tanjungbalai

SMKN2 Tanjungbalai - Pelaksanaan Isra' Mi'raj ini didahului dengan amalan seperti Membaca Yasin berjamaah dan sholat Dhuha bersama-sama. Saat menunggu Ustadz datang yang dimulai pukul 9.00 WIB diisi dengan muzakarah-muzakarah tentang Fadhilah bulan Ramadhan.

Acara Peringatan Isra' Mi'raj 2018 berlangsung dengan khidmat dan berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini menjadi amal bagi kita semua aamiin.






kata sambutan dari bapak PLT SMK Negeri 2 Tanjungbalai Philip Nababan, S.Pd


Muzakarah Fadhilah Ramadhan sambil menunggu kedatangan Ustadz


  
Laporan ketua panitia 


Guru PAI Ibu Erlina, Guru BIndo Ibu Lisa dan siswi kelas XI Audio Video





























Jumat, 30 Maret 2018

Guru Profesional harus memiliki 4 Kompetensi, yuk simak !

Guru yang profesional itu seperti apa ??

Kriteria guru profesional jika ditilik berdasarkan pengertian guru profesional menurut para ahli terkait dengan kewenangan melaksanakan tugasnya, dalam hal ini dalam menggunakan bidang studi sebagai bahan pembelajaran yang berperan sebagai alat pendidikan, dan kompetensi pedagogis yang berkaitan dengan fungsi guru dalam memperhatikan perilaku peserta didik belajar (Djohar, 2006 : 130). 
Guru Profesional harus memiliki 4 Kompetensi

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ciri ciri guru profesional harus memiliki kompetensi guru adalah hasil dari penggabungan dari kemampuan-kemampuan yang banyak jenisnya, dapat berupa seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Menurut Suparlan (2008:93) menambahkan bahwa standar kompetensi guru dipilah ke dalam tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu pengelolaan pembelajaran, pengembangan profesi, dan penguasaan akademik.


Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. 

Kompetensi guru profesional terintegrasi dalam kinerja guru

1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;

  • Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
  • Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  • Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  • Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
  • Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya, memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.
2) Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
  • Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
  • Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.
  • Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
  • Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
  • Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
3) Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
4) Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:
  • Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan; dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Guru yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional (Ngainun Naim, 2009:60).

GALERI VIDEO SMKN2 Tanjungbalai